W E L C O M E

selamat datang di blog kami..kami senang anda berkunjung..silahkan lihat informasi yang anda cari..,eitss jgn lupa kasi komen ya..!?

Mengenai Saya

Foto Saya
Berdua semakin istimewa...

Kamis, 05 November 2009

Pengukuran Sifat Datar Memanjang

Ilmu ukur tanah adalah ilmu yang mempelajari pengukuran-pengukuran untuk menentukan letak titik yang berada di atas atau di bawah permukaan tanah, atau dengan kata lain, ilmu ukur tanah memasang titik-titik di lapangan. letak titik-titik tersebut berguna untuk melihat garis-garis kontur tanah, kompliming peta, atau untuk melihat kemiringan konstruksi pada pekerjaan teknik sipil.
Kita mengetahui bahwa permukaan bumi ini tidak rata (tidak sama tinggi). dalam penentuan titik koordinat yang dikehendaki, titik pertama harus terlebih dahulu ditentukan. dalam hal ini, titik pertama terikat dengan satu titik tetap yang konstan (tidak berubah), agar tidak terjadi pergesaran yang tidak menentu pada titik pertama. setelah titik pertama ditentukan, maka titik kedua baru dapat ditentukan. perbedaan tinggi pada kedua titik tersebut dapat diukur dengan menggunakan prinsip sifat datar.
Maka untuk mengukur panjang titik yang ditentukan tersebut didatas, diperlukanlah suatu metode pengukuran jarak horizontal (mendatar). bagian-bagian dari pengukuran kerangka dasar horizontal adalah:
  1. Metode Poligon
Poligon digunakan bila titik-titik yang akan dicari koordinatnya terletak memanjang sehingga terbentuk segi banyak (poligon). Pengukuran dan pemetaan poligon merupakan salah satu pengukuran dan pemetaan kerangka dasar horizontal yang bertujuan untuk memperoleh koordinat Planimetris. penentuan koordinat dengan metode poligon ini membutuhkan:
- Koordinat awal
- Koordinat akhir
- Azimuth awal
- Data ukuran sudut dan jarak

2. Metode Triangulasi.
Metode triangulasi digunakan apabila daerah yang hendak diukur mempunyai panjang dan lebar yang sama, sehingga dapat dibuat jaring-jaring segitiga. Pada cara ini, yang diukur adalah sudut-sudut pada segitiga yang telah terbentuk tersebut.

3. Metode Trilaterasi
Digunakan apabila pada daerah yang diukur, bagian salah satunya lebih besar ukurannya daripada ukuran bagian yang lain. sama halnya, dibuat jaring-jaring segitiga, dan kemudian dihitung besar sudut kesemua sudut segitiga tersebut.

4. Metode pengikatan ke muka
merupakan suatu metode pengukuran pada dua buah titik di lapangan untuk memperoleh koordinat titik yang lain tempat berdirinya target (rambu ukur) yang akan diketahui koordinatnya dari titik tersebut.

5. Metode Collins dan Cassini
metode pengukuran ini dilakukan dengan cara megikat ke belakang pada titik tertentu dan yang diukur adalah sudut yang berada di titik yang akan ditentukan koordinatnya.

Pengukuran sifat datar memanjang ini dilakukan untuk mengetahui profil titik-titik koordinat yang ditentukan diatas permukaan bumi. karena seperti yang kita ketahui bahwa bentuk bumi itu tidak sepenuhnya rata, namun ada bentukan-bentukan tersendiri berupa pegunungan, hutan, lembah, jurang, laut, dll. olehkarena itu diperlukan bantuan dari bidang matematis lainnya untuk mempermudah proses pengukuran jarak tersebut.
Metode sipat datar pada prinsipnya ialah mengukur tinggi bidik alat sipat datar optis di lapangan menggunakan rambu ukur. hingga saat ini, pengukuran sipat datar dengan menggunakan metode alat optis masih merupakan cara pengukuran yang paling teliti.
untuk melakukan pembacaan mistar diperlukan suatu garis lurus. garis lurus itu ialah garis nivo.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar